info@desacilame.com
KDMP Cilame Jadi Pionir Koperasi Digital Pertama dalam Proyek 80.000 Gerai Nasional
Ekonomi

KDMP Cilame Jadi Pionir Koperasi Digital Pertama dalam Proyek 80.000 Gerai Nasional

13 November 2025
Admin Desa
0 views
14 menit baca

KDMP Cilame jadi model koperasi digital pertama untuk proyek 80.000 gerai nasional. Inisiatif kolaboratif Kementerian Koperasi, TNI, dan PT Agrinas.

Kabupaten Bandung Barat, Minggu (19/10/2025) – Sebuah tonggak sejarah ekonomi desa dimulai di Cilame, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, Jumat (17/10) dengan peluncuran perdana Gerai Koperasi Merah Putih. Inisiatif kolaboratif antara Kementerian Koperasi dan UKM, TNI, serta PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) ini menandai awal dari gerakan nasional pembangunan 80.000 gerai koperasi desa yang dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi rakyat.

Kolaborasi Strategis untuk Kemandirian Ekonomi

Proyek ini lahir dari sinergi Kodam III/Siliwangi, PT Agrinas, dan pemerintah daerah yang berkomitmen membangun fondasi ekonomi rakyat berbasis desa. Gerai koperasi akan berfungsi sebagai pusat distribusi logistik, pemasaran hasil pertanian, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

"Koperasi desa bukan sekadar badan usaha, melainkan benteng pertahanan ekonomi rakyat," ungkap perwakilan Kodam III/Siliwangi, menekankan pentingnya lembaga ini dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

KDMP Cilame: Terobosan Koperasi Digital Modern

KDMP Cilame menjadi pilot project pertama untuk model koperasi digital di tingkat nasional. Ketua KDMP Cilame, Asep Ahmad Masykur, menjelaskan bahwa koperasi ini telah melayani 100 anggota aktif dengan sistem keuangan dan pelaporan yang sepenuhnya terotomatisasi.

"Visi kami adalah menghadirkan koperasi yang profesional dan efisien. Seluruh data anggota terintegrasi secara digital, melalui chatbot WhatsApp, mereka dapat memantau saldo, simpanan, dan transaksi secara real-time," jelas Asep.

Dengan latar belakang pengalaman di bidang Finance dan IT di PT Dirgantara Indonesia, Asep mengibaratkan sistem koperasi ini mirip dengan struktur ekonomi nasional.

"KDMP Cilame berfungsi seperti bank sentral, sementara RT-RW berperan sebagai cabangnya. Sistem berlapis ini menciptakan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dana," ujar Asep. "Koperasi ini menjadi sarana untuk mengubah mindset masyarakat terhadap lembaga keuangan," tambahnya.

"Koperasi bukan sekadar tempat meminjam uang, melainkan wadah untuk menumbuhkan nilai. Dana kecil yang tidak terpakai dapat kami kelola agar terus berputar dan memberikan manfaat maksimal," jelas Asep.

Potensi Replikasi Nasional

Model koperasi digital ini diharapkan menjadi prototipe nasional bagi pembangunan gerai-gerai serupa di seluruh Indonesia. Camat Ngamprah, Agnes Virganty menilai inisiatif ini membuka peluang bagi banyak desa untuk berinovasi dan berkolaborasi.

"Ini adalah bukti nyata bahwa desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, bukan hanya sekadar penerima kebijakan," ujar Agnes Virganty.

Dengan dimulainya pembangunan di Cilame, era baru koperasi digital desa telah dimulai — dari Jawa Barat untuk Indonesia.

Bagikan Berita: