info@desacilame.com

Sejarah Desa Cilame

Perjalanan Panjang Menuju Desa Modern

Berdiri sejak 1920
100+ Tahun Sejarah

Asal Usul Nama Cilame

Penamaan Desa Cilame berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh dan berdiri di sekitar sumber mata air yang berlokasi di Kampung Cibatu (dahulu dikenal sebagai Kampung Kebon Kalapa). Pohon tersebut adalah pohon LAME yang tumbuh di lahan tanah milik H. Muhidin.

Nama "Cilame" terdiri dari dua kata dalam bahasa Sunda: "Ci" yang berarti air atau sungai, dan "Lame" yang merujuk pada nama pohon yang tumbuh di sekitar mata air tersebut. Pohon Lame ini menjadi penanda geografis yang penting bagi masyarakat, sehingga wilayah di sekitarnya kemudian dikenal dengan nama Cilame yang bertahan hingga saat ini.

Sungai Cilame tempo dulu

Sungai yang menjadi asal nama Cilame

Perjalanan Sejarah

Kronologi perkembangan Desa Cilame dari masa ke masa

Sebelum 1897

Kepemimpinan Aju Gantang

Masa kepemimpinan kepala desa pertama Aju Gantang yang memimpin hingga tahun 1897.

1897-1900

Era Djenggot

Masa kepemimpinan Djenggot sebagai kepala desa kedua dalam periode transisi.

1905

Ekspansi Wilayah

Desa Cijamil Leutik bergabung ke dalam wilayah Desa Cilame, memperluas wilayah administratif desa.

1920-1945

Era Kolonial

Periode kepemimpinan H. Syarief (1920-1930) dan Udung (1930-1945) selama masa penjajahan Belanda.

1945-1965

Era Kemerdekaan

Masa kemerdekaan dengan kepemimpinan Diding (1945-1948) dan Imar Natamihardja (1948-1965).

2006-2027

Era Modern

Kepemimpinan Aas Mohamad Asor, SH dalam mengembangkan desa menuju modernisasi dan digitalisasi.

Tokoh Bersejarah

Para pemimpin yang telah berkontribusi dalam pembangunan Desa Cilame

Aju Gantang

Kepala Desa Pertama (- 1897)

Kepala desa pertama Cilame yang memimpin pembentukan awal struktur pemerintahan desa dan meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat.

Abu Bakar

Kepala Desa (1905-1920)

Kepala desa yang memimpin konsolidasi wilayah setelah bergabungnya Desa Cijamil Leutik dan mengembangkan sistem administrasi yang lebih baik.

H. Syarief

Kepala Desa (1920-1930)

Tokoh agama yang memimpin desa pada masa awal periode kolonial dan berperan dalam pengembangan kehidupan beragama masyarakat.

Aas Mohamad Asor, SH

Kepala Desa (2006-2027)

Kepala desa era modern yang memimpin transformasi desa menuju digitalisasi dan pengembangan potensi wisata serta ekonomi kreatif.

Warisan Budaya

Tradisi dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini

Tradisi Seren Taun

Sejak 1920

Upacara adat syukuran panen yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

Kesenian Angklung

Sejak 1950

Seni musik tradisional Sunda yang dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda desa

Gotong Royong

Sejak awal berdiri

Tradisi kerja sama masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan sosial kemasyarakatan

Festival Budaya Tahunan

Sejak 2010

Perayaan budaya yang menampilkan berbagai kesenian dan kuliner khas daerah

Melangkah ke Masa Depan

Dengan sejarah panjang lebih dari 100 tahun, Desa Cilame terus berkomitmen untuk mempertahankan nilai-nilai luhur budaya sambil terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Warisan sejarah dan budaya yang kaya menjadi fondasi kuat untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Desa Cilame.